Tutorial Setting Load Balancing Mikrotik 2 ISP agar Internet Tidak Putus
Ketergantungan bisnis modern terhadap koneksi internet membuat gangguan jaringan (*downtime*) menjadi ancaman besar bagi operasional perusahaan. Ketika ISP utama mengalami kendala teknis atau kabel terputus, seluruh aktivitas kantor seperti transaksi kasir, komunikasi email, hingga akses server cloud bisa terhenti seketika.
Solusi terbaik untuk menjaga ketersediaan koneksi 24/7 adalah menerapkan metode load balancing mikrotik dengan sistem dual wan mikrotik. Menggunakan strategi PCC mikrotik (Per Connection Classifier), Anda dapat membagi beban trafik secara seimbang ke mikrotik 2 isp sekaligus mengaktifkan sistem failover internet otomatis sebagai internet backup kantor yang handal.
Memahami Metode Load Balancing: PCC vs ECMP vs NTH
Dalam dunia jaringan Mikrotik, terdapat beberapa teknik penggabungan dua jalur penyedia layanan internet (ISP):
| Metode | Mekanisme Kerja | Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|---|---|
| PCC (Per Connection Classifier) | Mengelompokkan koneksi berdasarkan IP Asal & Tujuan | Sangat stabil, aman untuk Internet Banking & HTTPS | Membutuhkan setting Mangle Mingle di Winbox |
| ECMP (Equal Cost Multi-Path) | Membagi rute default gateway secara acak | Konfigurasi paling simpel dan cepat | Sering mengalami kendala session logout pada situs bank |
| NTH | Memutar urutan paket data berdasarkan hitungan paket | Pembagian trafik sama rata | Kurang optimal untuk trafik streaming & sesi login |
Untuk jaringan bisnis dan perkantoran, metode **PCC (Per Connection Classifier)** adalah pilihan paling direkomendasikan karena menjaga kestabilan sesi transaksi online pengguna.
Sebelum memulai konfigurasi 2 ISP, pastikan dasar pengoperasian router Anda sudah dikonfigurasi dengan benar melalui panduan Cara Setting Mikrotik dengan Winbox.
Langkah-Langkah Konfigurasi Load Balancing PCC 2 ISP
1. Skenario Topologi Jaringan
- Port ether1: ISP 1 (Indihome / Biznet) – Gateway:
192.168.1.1 - Port ether2: ISP 2 (First Media / MyRepublic) – Gateway:
192.168.2.1 - Port ether3: Jaringan Lokal LAN – IP Gateway:
10.10.10.1/24
2. Konfigurasi IP Address & NAT Masquerade
Buka Winbox, pastikan IP Address untuk ether1, ether2, dan ether3 sudah terpasang. Kemudian tambahkan aturan NAT Masquerade untuk kedua ISP:
- Buka menu IP > Firewall > tab NAT.
- Rule ISP 1: Chain:
srcnat, Out. Interface:ether1, Action:masquerade. - Rule ISP 2: Chain:
srcnat, Out. Interface:ether2, Action:masquerade.
3. Membuat Penandaan Paket (Mangle PCC)
Proses ini membagi paket data pengguna lokal secara merata ke dalam 2 kelompok jalur (2/0 dan 2/1):
- Buka menu IP > Firewall > tab Mangle.
- Rule Group 1 (ISP 1):
- Chain:
prerouting, In. Interface:ether3(LAN) - Tab Advanced > Per Connection Classifier: pilih
both addresses and ports, isikan2/0 - Tab Action: pilih
mark connection, New Connection Mark:ISP1_conn
- Chain:
- Rule Group 2 (ISP 2):
- Chain:
prerouting, In. Interface:ether3(LAN) - Tab Advanced > Per Connection Classifier: pilih
both addresses and ports, isikan2/1 - Tab Action: pilih
mark connection, New Connection Mark:ISP2_conn
- Chain:
- Buat rule pendukung untuk mengubah Connection Mark menjadi Routing Mark (`to_ISP1` dan `to_ISP2`).
4. Konfigurasi Route Gateway & Recursive Failover
Agar sistem mampu berpindah otomatis jika salah satu koneksi ISP terputus (*failover*), kita menggunakan teknik **Recursive Gateway Checking** dengan melakukan ping terus-menerus ke IP Public DNS (misal DNS Google 8.8.8.8 dan Cloudflare 1.1.1.1):
- Buka menu IP > Routes.
- Route ISP 1: Gateway:
192.168.1.1, Routing Mark:to_ISP1, Check Gateway:ping, Distance:1. - Route ISP 2: Gateway:
192.168.2.1, Routing Mark:to_ISP2, Check Gateway:ping, Distance:1. - Route Cadangan (Failover Utama): Buat default route umum tanpa routing mark ke ISP 1 dengan Distance: 1 dan ke ISP 2 dengan Distance: 2.
Uji Coba Penggabungan Jalur dan Automatic Failover
Untuk melatih dan memastikan konfigurasi berjalan sempurna, lakukan dua pengujian berikut:
- Tes Speedtest (Load Balancing): Buka situs tes kecepatan internet. Hasil total bandwidth unduh harus mendekati kombinasi kecepatan ISP 1 + ISP 2 saat menangani multiple connection.
- Tes Failover (Simulasi Putus Jaringan): Cabut kabel LAN pada port ether1 (ISP 1) saat PC sedang memutar video streaming. Sistem router harus secara otomatis memindahkan rute data ke port ether2 (ISP 2) tanpa memutuskan koneksi pengguna.
Apabila terjadi masalah kendala koneksi yang tidak stabil atau rute data tidak berjalan sesuai harapan, ikuti langkah-langkah solusinya pada artikel Troubleshooting Mikrotik: Penyebab Internet Lemot dan Cara Mengatasinya.
Rekomendasi Hardware Router Dual WAN Terbaik
Fitur Mangle PCC dan pengecekan jalur failover secara berkala mengonsumsi pemrosesan CPU router secara signifikan. Berikut pilihan perangkat keras pendukung yang disarankan:
- Mikrotik RB750Gr3 (hEX) – Routerboard 5 Port Gigabit terfavorit untuk menangani Load Balancing 2 ISP skala kantor/kafe.
- Router Dual WAN Enterprise – Perangkat router papan atas dengan kapasitas pemrosesan paket tinggi untuk ISP bisnis.
- Switch Gigabit Managed – Membantu mendistribusikan jalur internet yang telah digabungkan ke seluruh titik akses lokasi kerja.
Kembali ke panduan utama pengelolaan infrastruktur jaringan kami di Artikel Pilar Mikrotik.
Solusi Jasa Setting Load Balancing & Failover 2 ISP Profesional
Ingin menggabungkan kecepatan 2 ISP atau menyiapkan internet cadangan otomatis tanpa risiko mati jaringan? Percayakan konfigurasi router kantor Anda kepada tim teknisi berpengalaman dari Mitra CCTV.
💬 Hubungi Kami via WhatsApp (0896-5995-5817)
0 Komentar untuk"Tutorial Setting Load Balancing Mikrotik 2 ISP agar Internet Tidak Putus"